Dedaunan hijau yang mencuat dari jalan layang
Mungkin itu hanya satu-satunya di kota ini
Itu adalah romansa yang tak bisa beradaptasi
Tanpa ada satupun plastik
Sebuah tempat yang tak bisa kita masuki
Aku ingin menghancurkannya, aku ingin merusaknya
Itu dipenuhi banyak orang
Aku akan sering melihatmu
Itu belum pasti, namun
Aku akan selalu mengawasimu
Aku tak memaksamu
Aku akan datang lagi untuk bermain-main
Air mataku mengalir sia-sia
Untuk melihatmu
Aku akan kembali
Seekor kucing yang seolah mengikutiku lalu berhenti
Mungkin itu hanya satu-satunya di kota ini
Itu adalah sebuah perasaan yang bebas
Kau, orang yang menyisakan kesan perasaan pertama
Akhir-akhir ini aku tak sering melihatmu
Sebuah perasaan yang paling tak pernah ku tanyakan
Itu hanya milik kita
Aku akan sering melihatmu
Itu belum pasti, namun
Aku akan selalu mengawasimu
Aku tak memaksamu
Aku akan datang lagi untuk bermain-main
Air mataku mengalir sia-sia
Untuk melihatmu
Inilah yang ku katakan pada diriku sendiri
Aku berharap kau mendengarkannya
Saat aku memikirkanmu
Aku tak bisa berhenti menangis
Aku akan sering melihatmu
Itu belum pasti, namun
Aku akan selalu mengawasimu
Aku tak memaksamu
Aku akan datang lagi untuk bermain-main
Air mataku mengalir sia-sia
Sekarang, sungguh
Selamat tinggal!
Mungkin itu hanya satu-satunya di kota ini
Itu adalah romansa yang tak bisa beradaptasi
Tanpa ada satupun plastik
Sebuah tempat yang tak bisa kita masuki
Aku ingin menghancurkannya, aku ingin merusaknya
Itu dipenuhi banyak orang
Aku akan sering melihatmu
Itu belum pasti, namun
Aku akan selalu mengawasimu
Aku tak memaksamu
Aku akan datang lagi untuk bermain-main
Air mataku mengalir sia-sia
Untuk melihatmu
Aku akan kembali
Seekor kucing yang seolah mengikutiku lalu berhenti
Mungkin itu hanya satu-satunya di kota ini
Itu adalah sebuah perasaan yang bebas
Kau, orang yang menyisakan kesan perasaan pertama
Akhir-akhir ini aku tak sering melihatmu
Sebuah perasaan yang paling tak pernah ku tanyakan
Itu hanya milik kita
Aku akan sering melihatmu
Itu belum pasti, namun
Aku akan selalu mengawasimu
Aku tak memaksamu
Aku akan datang lagi untuk bermain-main
Air mataku mengalir sia-sia
Untuk melihatmu
Inilah yang ku katakan pada diriku sendiri
Aku berharap kau mendengarkannya
Saat aku memikirkanmu
Aku tak bisa berhenti menangis
Aku akan sering melihatmu
Itu belum pasti, namun
Aku akan selalu mengawasimu
Aku tak memaksamu
Aku akan datang lagi untuk bermain-main
Air mataku mengalir sia-sia
Sekarang, sungguh
Selamat tinggal!
Comments
Post a Comment