{Versi 1} Sumber lirik dari situs Naver:
Fajar setelah sirnanya kegelapan
Matahari telah menarik bintang-bintang
Semua kesedihan telah sirna
Yang tersisa hanyalah rumah kosong nan hampa
Fajar setelah sirnanya kegelapan
Matahari telah menarik bintang-bintang
Semua kesedihan telah sirna
Yang tersisa hanyalah rumah kosong nan hampa
Obat tengah bereaksi
Melepaskan semua ketakutan
Beberapa ketakutan di dalam hatimu
Matahari terbenam di matamu
Sesuatu yang kan memelukmu akan segera datang
Yang bisa kau lakukan sekarang adalah menyingkirkan ketakutanmu
Bahkan aku masih melihat matahari yang terbenam di atas langit sana, di balik matamu
Di dalam lubuk hatiku yang terdalam aku masih merasakan ketakutan
Menjalani hidup sehari-hari
Seolah berada di sini
Hari terakhirmu untuk kembali pulang
Hari demi hari, setiap hari
Hari ini adalah hari yang terakhir
Hidup dengan sebuah janji
Yang tersisa hanyalah perasaan hampa
Semua alasan telah sirna
Seperti angin
Kau adalah tahun-tahunku yang tlah berlalu
Yang tersisa hanyalah perasaan hampa
Semua alasan telah sirna
Seperti angin
Waktu kita kini sudah tak ada lagi
Kau, yang tak bisa ku lihat meski aku menginginkannya
Kau adalah segalanya bagiku
Aku tak bisa kembali lagi, namun
Andai kita mengubur semua ke kosongan di masa lalu
Akan ada begitu banyak alasan
Hembusan angin akan menghilang dengan sendirinya
Kau adalah cahaya bulanku
Di dalam kegelapan aku menemukan bunga yang begitu murni
Yang membeku seiring berjalannya waktu
Kau, yang bahkan ku cari-cari dalam keegelapan
Kau adalah cahaya bulanku
Bagiku kehadiranmu sungguh sangatlah mempesona
Seperti bunga yang sempurna, yang membeku di dalam es
Kau adalah cahaya bulanku
Di dalam kegelapan aku menemukan bunga yang mempesona
Yang membeku seiring berjalannya waktu
Kau, yang bahkan ku cari-cari dalam kegelapan
Kau adalah cahaya bulanku
Sampai kapanpun kau sungguh sangat berarti dalam hidupku
Seperti bunga yang mempesona di dalam es yang membeku bersama waktu
Aku akan selalu di dekatmu
Mungkin malaikat kan ada bersamamu
Berada jauh di lubuk hatimu
Para malaikat akan selalu ada di sisimu
Mereka akan selalu menjaga dirimu
Aku akan selalu berada di dalam hatimu
Aku akan selalu berada di dalam hatimu
Mungkin malaikat kan ada bersamamu
Menuntunmu tuk kembali pulang
Para malaikat akan selalu ada di sisimu
Mereka akan selalu menjaga dirimu
Sampai kau bisa tiba di rumahmu
Debur ombak menuntunku ke jalanmu
Kau adalah lautanku yang membeku
Yang selalu menenangkanku
Wahai gelombang angin laut yang menenangkan diriku
Tuntunlah aku menuju ketenangan itu
Kapankah kau akan menuntunku menuju lautanku yang terhampar itu
Yang selalu menenangkanku sepanjang hari
Akankah aku menemukan ketenangan?
Akankah hari-hari seperti itu akan datang?
Hal-hal yang memberiku kenyamanan dan ketenangan dari hari ke hari
Seolah perlahan-lahan mulai terasa kosong dan menghilang
{Versi 2} Sumber lirik dari situs Genie:
Fajar setelah sirnanya kegelapan
Matahari telah menarik bintang-bintang
Semua kesedihan telah sirna
Yang tersisa hanyalah rumah kosong nan hampa
Obat tengah bereaksi
Melepaskan semua ketakutan
Beberapa ketakutan di dalam hatimu
Matahari terbenam di matamu
Menjalani hidup sehari-hari
Seolah berada di sini
Hari terakhirmu untuk kembali pulang
Yang tersisa hanyalah perasaan hampa
Semua alasan telah sirna
Seperti angin
Kau adalah tahun-tahunku yang tlah berlalu
Yang tersisa hanyalah perasaan hampa
Semua alasan telah sirna
Seperti angin
Waktu kita kini sudah tak ada lagi
Kau adalah cahaya bulanku
Di dalam kegelapan aku menemukan bunga yang begitu murni
Yang membeku seiring berjalannya waktu
Aku akan selalu di dekatmu
Mungkin malaikat kan ada bersamamu
Berada jauh di lubuk hatimu
Aku akan selalu berada di dalam hatimu
Mungkin malaikat kan ada bersamamu
Menuntunmu tuk kembali pulang
Debur ombak menuntunku ke jalanmu
Kau adalah lautanku yang membeku
Yang selalu menenangkanku
Kapankah kau akan menuntunku menuju lautanku yang terhampar itu
Yang selalu menenangkanku sepanjang hari
Comments
Post a Comment