Aku tak bisa mendengar suara hatimu
Aku terjebak dalam kabut nan tebal
Aku mengikuti bayanganmu
Mengejarmu tanpa henti
Aku tak pernah memikirkan desah nafasmu
Dalam kegelapan yang menyedihkan
Bahkan dengan mata tertutup aku mencoba mengikutimu
Mencari seberkas cahaya nan redup
Semua yang ada di sekitarku begitu gelap
Semua yang bisa aku lakukan adalah mengikuti suara hatimu
Aku mengejarmu yang tak ada di pelukanku tanpa henti
Semua yang ada di sekitarku begitu gelap
Saat aku selangkah mendekatimu, kau selangkah kian menjauh
Kesenjangan antara kau dan aku tak akan dipersempit
Di sudut yang gelap, aku bahkan tak bisa melihat satu bendapun di tempat itu
Yang bisa ku andalkan hanyalah suaramu
Aku bisa pergi kemanapun itu, dimanapun kau berada
Itu tak bisa dipersempit, jalan diantara kau dan aku
Itu bukanlah sebuah masalah, aku mohon keluarkanlah aku dari tempat ini
Masa depanku begitu jelas, sekali lagi itu karena dirimu
Dalam harapan yang datang, kau lebih baik tak membiarkanku pergi
Jangan melarikan diri, kau lebih baik tak membiarkanku pergi
Aku tak bisa mendengar suara hatimu
Aku terjebak dalam kabut nan tebal
Aku mengikuti bayanganmu
Mengejarmu tanpa henti
Aku tak pernah memikirkan desah nafasmu
Dalam kegelapan yang menyedihkan
Bahkan dengan mata tertutup aku mencoba mengikutimu
Mencari seberkas cahaya nan redup
Hari-hari saat aku merasa lelah dan menangis karna kesepian
Apa yang dikatakan orang-orang saat melihatku tengah seperti itu
Karena kata-kata itu membuatku terus terjaga sepanjang malam
Itu membuatku merasa lebih sulit, namun aku pasti akan melaluinya
Aku membutuhkanmu, karena itu
Kau harus mengeluarkanku dari tempat ini
Aku memilikimu, yang mana kau adalah cahayaku
Ikutilah cahaya itu dan genggamlah tanganku ini
Aku tak bisa mendengar suara hatimu
Aku terjebak dalam kabut nan tebal
Aku mengikuti bayanganmu
Mengejarmu tanpa henti
Aku tak pernah memikirkan desah nafasmu
Dalam kegelapan yang menyedihkan
Bahkan dengan mata tertutup aku mencoba mengikutimu
Mencari seberkas cahaya nan redup
Keluarkanlah aku yang membeku karena ketakutan
Aku sudah muak akan kesepian ini, aku masih belum ingin menangis
Aku tak bisa mendengar suara hatimu
Aku terjebak dalam kabut nan tebal
Aku mengikuti bayanganmu
Mengejarmu tanpa henti
Aku tak pernah memikirkan desah nafasmu
Dalam kegelapan yang menyedihkan
Bahkan dengan mata tertutup aku mencoba mengikutimu
Mencari seberkas cahaya nan redup
Comments
Post a Comment